Ilustrasi yang menggambarkan teknologi cloud computing

Cloud Computing untuk Tingkatkan Kolaborasi, Ini Caranya!

Cloud Computing untuk Tingkatkan Kolaborasi, Ini Caranya!

Seiring berkembangnya paparan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, cloud computing menjadi suatu istilah yang tak asing bagi kita. Namun, meski sering mendengar atau bahkan menyebutnya, apakah Anda sudah benar-benar memahaminya? Benarkah teknologi cloud computing adalah salah satu strategi meningkatkan efektivitas kolaborasi?

  • Mengupas cloud computing, fungsi, dan berbagai jenis serta karakteristiknya
  • Pemanfaatan cloud computing sebagai sarana kolaborasi di era digital

Pengertian Cloud Computing

Di Indonesia, sering kali kita menggunakan istilah komputasi awan untuk menyebut cloud computing. Sebenarnya, yang dimaksud dengan awan atau cloud dalam konteks ini merujuk kepada jaringan internet.

Internet merupakan aspek fundamental dalam cloud computing. Secara definitif, cloud computing merupakan penyampaian jasa komputasi yang di dalamnya termasuk penyimpanan, server, jaringan, analytics, softwares, intelligences, dan masih banyak lagi. Keseluruhan komputasi ini terjadi melalui internet (the cloud).

Komputasi awan menawarkan percepatan inovasi, fleksibilitas pengelolaan sumber daya, dan berbagai kemudahan dan efisiensi lainnya yang dapat memangkas ongkos operasional bisnis Anda.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, internet merupakan aspek paling penting dalam keseluruhan proses komputasi awan. Hal ini karena salah satu syarat sistem ini dapat bekerja adalah dengan menghubungkan seluruh komputer ke dalam satu jaringan terintegrasi.

Setelah semua perangkat dari pengguna terhubung ke dalam satu server yang sama, maka seluruh proses komputasi dapat dilakukan secara virtual. Artinya, tidak diperlukan lagi kapasitas memori yang besar untuk menyimpan seluruh hasil kerja dari para pengguna. Semuanya tersimpan dengan aman di ‘awan’.

Fungsi Cloud Computing

Cloud computing memotong ongkos operasional karena perusahaan Anda tidak perlu lagi menyediakan kapasitas penyimpanan yang besar untuk setiap perangkat

Selain itu, komputasi awan juga memberikan tingkat efisiensi dan fleksibilitas yang tinggi. Sehingga setiap pengguna dapat mengakses data dalam jaringan dengan mudah dalam waktu yang singkat.

Karakteristik ini tentulah sangat fungsional jika perusahaan Anda menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home. Layanan cloud computing memang sangat cocok bagi para pengguna yang bekerja secara remote.

Namun, meski memiliki penyimpanan data yang terintegrasi tanpa perangkat keras, Anda tidak perlu khawatir mengenai keamanannya. Tentu saja, keamanan data adalah prioritas utama di era Data 4.0 ini. 

Tantangan yang dihadapi setiap pebisnis adalah bagaimana perusahaan dapat memiliki sistem penyimpanan data yang besar, fleksible, namun juga aman. 

Keunggulan lainnya adalah media penyimpanan yang lebih tahan lama. Jika Anda membeli hardware atau perangkat keras, tentunya ada masa pemakaian dari setiap infrastruktur fisik. Namun, tidak demikian dengan cloud computing. Anda tidak perlu menanggung biaya perawatan media penyimpanan atau pun mengganti perangkat jika terdapat kerusakan.

Hal tersebut karena dengan menggunakan cloud computing maka Anda cukup membayar layanannya tanpa perlu memiliki perangkat kerasnya.

Jenis dan Karakteristik Cloud Computing

Jika Anda sudah mulai tertarik untuk transformasi menuju cloud computing, masih ada hal-hal penting lainnya yang perlu Anda perhatikan. Terdapat banyak sekali jenis dan karakteristik layanan komputasi awan yang tersedia di pasaran.

Sebelum membayar, pastikan Anda memilih jenis layanan cloud computing yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas perusahaan Anda. Berikut ini adalah penjelasan dari beberapa layanan komputasi awan yang dapat dijadikan pertimbangan:

Private Cloud

Seperti yang tergambar dari namanya, private cloud adalah layanan komputasi awan bagi satu perusahaan atau organisasi secara eksklusif. Dengan layanan private cloud ini, Anda dapat melakukan personalisasi terhadap pengaturan cloud.

Karena hanya dapat diakses dan digunakan oleh para pengguna di satu perusahaan saja, maka kerahasiaan dan keamanan datanya pun sangat terjaga. Namun, Anda juga perlu menyiapkan sumber daya dan waktu untuk melakukan maintenance bagi jenis cloud ini.

Public Cloud

Berbeda dengan private cloud, penggunaan public cloud terbuka untuk siapa saja. Public cloud juga dapat diakses secara gratis namun ada juga yang berbayar dengan tambahan fitur yang lebih eksklusif. 

Beberapa jenis public cloud gratis yang sudah banyak digunakan adalah Google Drive, Gmail, Yahoo, dan sejenisnya. Untuk layanan public cloud gratis, biasanya terdapat batasan kapasitas penyimpanan  data. Selain itu, tingkat privasi dan keamanan datanya pun tidak terlalu tinggi dan masih rentan disusupi oleh hackers.

Namun, sisi kelemahan public cloud ini dapat teratasi dengan menggunakan layanan public cloud berbayar. Terdapat banyak provider public cloud berbayar yang memberikan tingkat keamanan data yang lebih tinggi dan trusted.

Hybrid Cloud

Selanjutnya terdapat jenis gabungan dari private dan public cloud, hybrid cloud. Dimaksud hybrid cloud ketika sebuah perusahaan menggunakan layanan public cloud, baik gratis ataupun berbayar, namun juga memiliki private cloud sebagai media penyimpanan bagi beberapa jenis data yang bersifat rahasia.

Karakteristik Komputasi Awan

Terdapat karakteristik mencolok yang sangat membedakan sistem cloud computing dengan sistem hosting tradisional. Berikut ini penjelasannya:

Pay per use

Karakteristik ini berarti Anda hanya perlu membayar layanan komputasi awan sesuai dengan kapasitas yang diperlukan dan digunakan oleh perusahaan. Sistem ini sangat berguna untuk menghindari munculnya over budget akibat pembelian layanan yang tidak Anda butuhkan.

Dalam layanan hosting tradisional, biasanya Anda harus membayar biaya yang dikenakan berdasarkan hitungan per menit atau per jam.

Flexible

Sebagaimana ditekankan sebelumnya, layanan komputasi awan memberikan kemudahan yang jauh berbeda dengan hosting tradisional. Kemudahan dan kebebasan untuk menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan merupakan inti dari fleksibilitas cloud computing.

Selain itu, layanan komputasi awan terjamin dapat memudahkan kolaborasi dan akses terhadap data kapan pun dan dimana pun pengguna berada.

Fully Managed Service

Fleksibilitas dan efisiensi tidak hanya akan dirasakan dari sisi pengguna namun juga aspek pemeliharaan infrastruktur. Anda tidak harus memiliki server sendiri yang membutuhkan biaya besar untuk penyimpanan dan perawatannya. Segala aspek pemeliharaan adalah tanggung jawab dari pihak penyedia layanan cloud computing.

Cloud Computing dan Kolaborasi

Bayangkan Anda sedang membuka suatu dokumen dan perlu mengedit sesuatu, lalu anggota tim lainnya juga dapat membuka dokumen yang sama di waktu yang sama. Anda bahkan dapat melihat secara langsung bagaimana dokumen tersebut diedit oleh tim Anda.

Itu adalah kolaborasi yang mungkin terjadi melalui pemanfaatan cloud computing. Mengapa bisa? Karena setiap data yang tersimpan dalam server yang terintegrasi dapat diakses secara bersamaan, di mana pun dan kapan pun. 

Khususnya selama periode working from home, lokalisasi data dapat membuat sebagian pekerja merasa tertinggal atau left out of the conversation. Menyimpan seluruh data dalam satu server yang terintegrasi membuat setiap  update dapat diakses oleh seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Tentu saja, hal tersebut mendorong terciptanya partisipasi yang setara dari setiap anggota tim. Tidak menutup kemungkinan bahwa kultur kolaborasi terbuka ini dapat merangsang munculnya kreativitas dan inovasi baru.

Leave A Reply

Registration

Forgotten Password?